Pembahasan Jurnal Umum dalam Akuntansi

No comment 841 views

Jurnal dibidang akuntansi merupakan catatan yang pertama kali setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukannya pencatatan dalam buku besar, pencatatan bagi segala jenis bukti transaksi keuangan yang terjadi akibat adanya berbagai transaksi keuangan suatu badan usaha, perusahaan, atau organisasi dalam suatu periode tertentu.

Pencatatan transaksi ke jurnal dilakukan secara kronologis dan rutut per tanggal terjadinya transaksi dengan tujuan pendataan, termasuk jumlah transaksi, nama transaksi baik yang mempengaruhi maupun yang dipengaruhi, serta waktu transaksi.

Secara umum, jurnal ini didigunakan dalam akuntansi perusahaan jasa karena pada prinsipnya segala transaksi dalam perusahaan jasa dapat dicatat secara sistematis, sedangkan pada akuntansi perusahaan dagang lebih efektif menggunakan jurnal khusus. Loh, apalagi ini “jurnal khusus”?  Tenang nanti akan dijelaskan sedikit dibagian jenis – jenis jurnal.

Setiap transaksi tidak akan dicatat dalam satu rekening yang digunakan untuk didebit maupun dikredit. Jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit. Transaksi dicatat dalam rekening khusus beserta jumlahnya, untuk debit dicantumkan pada sisi kiri untuk  kredit diletakkan dibawahnya agak ke kanan.

Jurnal Di Bagi Menjadi 2 Jenis

  1. Jurnal umum

Jurnal umum dapat diartikan sebagai alat pencatatan transaksi yang sangat sederhana karena setiap taransaksi yang tercatat dalam jurnal ini tanpa membedakan bentuk dari transaksi tersebut. Jurnal umum dapat di gunakan oleh  perusahaan yang jumlah taransaksinya relatif sedikit. Selain itu ada beberapa materi di bidang akuntansi yang sering keluar yaitu mengenai Jurnal Umum, maka dari itu penting untuk anda yang mengambil jurusan ini untuk mengenai paham baik fungsi, bentuk, manfaat, maupun contohnya sehingga akan lebih mengerti ketika dosen menjelaskan.

 

  1. Jurnal khusus

Sedangkan utnuk jurnal khusus biasanya perusahaan dagang  yang mempunyai  periode  transaksi yang sangat banyak dan terus berulang,direkomendasikan menggunakan jurnal jenis ini. Buku jurnal khusus dibuat berkolom sengaja dirancang untuk mencatat  berbagai transaksi tertentu dengan tetap memperhatikan pada rekening  yang  harus  didebit maupun dikredit.

 

Pemakaian jenis buku jurnal yang digunakan, disesuaikan berdasarkan kebutuhan dari setiap perusahaan, sehingga jangan heran ketika perusahaan satu dengan perusahaan lainnya memiliki pembukuan jurnal yang berbeda-beda. Selain itu dasar pemilihan buku jurnal juga harus mempertimbangkan faktor efisiensi dan efektivitas.

Prinsip Dasar Dalam Pembuatan Jurnal Umum

Pembuatan jurnal umum atau disebut juga penjurnalan mempunyai berbagai tujuan diantaranya untuk identifikasi, penilaian, dan dapat dijadikan untuk pencatatan dampak ekonomi dari beberapa transaksi dari suatu perusahaan. Selain itu, dalam membuat jurnal umum, ada beberapa prinsip dasar yang perlu Anda perhatikan yaitu:

 

–     Melakukan identifikasi dari bukti transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan. Contohnya dari bukti transaksi tersebut antara lain faktur, kuitansi, nota, memo, dan sebagainya.

 

–     Tentukan akun apa saja yang sangat berpengaruh selama transaksi yang terjadi dan menggolongkannya dalam 3 jenis seperti  harta, utang, atau modal.

 

–     Tetapkan penambahan maupun pengurangan atas akun – akun yang terkait dengan transaksi yang dilakukan.

 

–     Menetapkan  debit atau kredit akun yang terkait dengan transaksi yang dilakukan. Sebelumnya, Anda harus menguasai cara menentukan debit/kredit dalam suatu akun.

 

–     Mencatat setiap transaksi yang ada ke dalam jurnal umum sesuai dengan bukti transaksi yang dilakukannya.

 

Baca juga: Format Review Jurnal Standar, Ilmiah dan Internasional

 

Fungsi Dari Jurnal Umum Dalam Akuntansi

Jurnal umum dalam bidang akuntansi memiliki 5 fungsi utama untuk sebuah perusahaan jasa. Adapun kelima fungsi tersebut yaitu:

 

  1. Fungsi historis : Pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan kegiatan perusahaan sehari-hari secara berurutan dan terus menerus sesuai dengan tanggal terjadinya.. Inilah mengapa Jurnal umum memiliki fungsi historis karena dilakukan secara lengkap, sistematis dan kronologis.

 

  1. Fungsi pencatatan : Jurnal umum digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan. Tiap perubahan kekayaan, modal, biaya, dan pendapatan harus terlebih dahulu dicatat ke dalam jurnal umum, agar pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan secara lengkap.

 

  1. Fungsi analisis : Pencatatan dalam jurnal umum merupakan hasil analisis transaksi berupa debit dan kredit akun yang berpengaruh. Analisis ini mengenai penggolongan nama akun, pencatatan dalam debit maupun kredit beserta jumlahnya.

 

  1. Fungsi instruksi : Catatan dalam jurnal umum merupakan perintah untuk mendebit dan mengkredit sesuai catatan dalam jurnal. Pencatatan dalam jurnal umum tidak sebatas dokumen transaksi diperusahaan akan tetapi bersifat instruksi. Dengan maksud bahwa jurnal umum berfungsi memberikan perintah atau petunjuk dalam proses memasukkan data transaksi ke buku besar.

 

  1. Fungsi informatif : Catatan dalam jurnal umum memberikan penjelasan terperinci mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi selama periode tertentu.

 

Contoh Bentuk Jurnal Umum

Ketika proses pencatatan sudah selesai pada jurnal umum, kemudian langkah selanjutnya yaitu proses pemindahan masing-masing akun ke buku besar secara lengkap, sistematis, dan kronologis.

 

Jika teman – teman menginginkan file contoh bentuk jurnal umum tersebut bisa download link dibawah ini.

Jurnal Umum

author
Author: 

    Leave a reply "Pembahasan Jurnal Umum dalam Akuntansi"